DESA GUYANGAN

KECAMATAN TRUCUK KABUPATEN BOJONEGORO

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Wednesday, July 25, 2018

IMUNISASI ORI DIFTERI Desa Guyangan Trucuk Bojonegoro Tahun 2018

Monday, July 16, 2018

Program POS GIZI di Desa Guyangan Trucuk Bojonegoro 2018



Guyangan, Juli 2018--- FS

Ruang panti PKK sejak tanggal 5 Juli 2018 terlihat ramai tak seperti biasanya. Tampak ibu beserta balitanya mengikuti kegiatan pos gizi yang direncanakn berjalan selama 12 hari. Dan hari ini memasuki hari yang ke enam. Program ini merupakan program dari pemerintah untuk mengatasi kasus balita kurang gizi. Sasarannya adalah anak usia 6 bulan – 5 tahun. Criteria balita kurang gizi adalah berat balita yang tidak naik 3 kali berturut turut dan pada grafik KMS berada pada garis kuning ataau merah.

“Kegiatan ini dilakukan sebagai contoh pola pemberian makan balita dan asupan nutrisi yang benar. Dengan adanya program ini diharapkan berkurangnya jumlah balita kurang gizi di desa Guyangan Kec. Trucuk kab. Bojonegoro.“ jelas ibu ketua umum PKK Desa Guyangan.

Tujuan pos gizi adalah

  • Meningkatkan status gizi balita BGM dan BGT.

  • Menggali potensi dan sumber daya yang ada pada masyarakat untuk mengatasi masalah gizi dan kesehatan.

  • Merubah perilaku masyarakat dengan mencontoh dan mempraktekkan  perilaku keluarga Positive Deviance.

  • Meningkatkan partisipasi kader dan aparat desa.

  • Meningkatkan partisipasi masyarakat untuk menangani masalah kesehatan dan gizi.

menu yang diberikan pun beraneka ragam dan berganti di tiap harinya seperti snack berupa roti dan biscuit, sop ayam, sayur menir, soto, bakso, rawon dan sebagainya.



 "

“ penyebab balita kurang gizi adalah menu makan yang diberikan monoton dan ibu masih mengandalkan ASI ( untuk balita di bawah usia 2 tahun).” Tutur Ibu Sri Utami salah satu kader PKK.

“orang tua yang kurang telaten dan kurang kreatif membuatkan menu makanan juga menjadi slah satu sebab balita mengalami keniakan berat badan satganan bahkan mengalami penurunan.” kata Ibu Yuli kader PKK sekaligus Ibu Modin Desa Guyangan.

"Namun, hal ini juga dipengaruhi oleh karakter balita itu sendiri. Ada balita   yang pilih-pilih makanan, ada balita yang sangat aktif, makannnya lahap, sehingga asupan gizi habis digunakan untuk beraktivitas.” Jelas Ibu Lailani ( Ibu Kades Guyangan).

Adapun harapan dan pesan  Ibu kepala desa dalam kegiatan pos gizi ini.



https://www.youtube.com/watch?v=gGBxosfbhSc&feature=youtu.be

Thursday, July 5, 2018

Kepala Urusan Perencanaan

Fitaria Sophianingtyas

No. Telp / WA

0812-3411-1208

Tugas Kepala Urusan  Perencanaan :

  • Membantu Sekretaris Desa dalam urusan perencanaan program kegiatan desa

  • Tugas lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.



Tuesday, July 3, 2018

ANTUSIASME WARGA GUYANGAN DALAM PILKADA 2018


pilkada bojonegoro guyangan

27 Juni 2018, warga desa Guyangan turut memeriahkan pesta demokrasi serentak. lebih dri 1000 warga yang memiliki hak pilih ikut serta dalam menyuarakan hak pilih dalam memilih pemimpin yang baru. untuk Bojonegoro yang lebih baik dan Jatim yang lebih maju dan bersinergi. hal ini disebabkan TPS Desa Guyangan menggunakan trik yang cukup unik untuk menarik pemilih, yaitu TPS 3 yang menggunakan khas Acara Pernikahan. Petugas TPS Putri menggunakan kebaya selayaknya penerima tamu dalam acara manten, demikian pula dengan petugas laki-laki menggunakan blangkon dan basofi lengkap.

TPS 03 DEsa Guyangan
TPS 01 Desa Guyangan
TPS 2 Desa Guyangan
3 TPS di Desa Guyangan menampung 1490 hak pilih, yang mana hadir 1168 pemilih(78.4%) warga menggunakan hak suara. hal ini menunjukkan antusiasme warga dalam meramaikan demokrasi dan menyuarakan hak pilih sebagai warna negara Indonesia. namun demikian tersapat 322 pemilih yang tidak mengikuti pemilihan Bupati Bojonegoro dan Pemilihan GUbernur Jawa Timur ini atau sekitar 21,6% suara yang tidak ikut memilih alias golput. hal ini dikarenakan warga Desa Guyangan bekerja di Luar kota, mayoritas daerah Sidoarjo dan Jakarta.

berdasarkan Laporan hasil perhitungan Suara KPPS Desa Guyangn Kecamatan Trucuk untuk pilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bojonegoro, dari terdapat 1168 pemilih terdapat suara sah sejumlah 1114suarasah dan suara tidak sah sebanyak 54 suara, hal ini dikarenakan banyaknya coblos ganda. Paslon Bupati Bojonegoro yang meraih suraa terbanyak di Desa Guyangan adalah Paslon nomor 3 sebanyak 389 suara.

sedangkan untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur untuk desa Guyangan terdpat 1105 suara yang sah dan 63 suara yang tidak sah(sebab coblos ganda) dari total 3 TPS di DEsa GUyangan, peraih hak pilih terbanyak jatuh kepasa Paslon Gubernur nomor urut 2 (Syaifullah-Puti).

proses pelaksanaan pemilu
proses pelaksanaan pemilu



pengiriman logistik hasil PILKADA
Pengiriman Logistik PILKADA 2018




Friday, May 18, 2018

ANGGOTA LINMAS DESA GUYANGAN


Satuan Linmas adalah warga masyarakat yang disiapkan dan dibekali pengetahuan serta keterampilan untuk melaksanakan kegiatan penanganan bencana guna mengurangi dan memperkecil akibat bencana, serta ikut memelihara keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat, kegiatan sosial kemasyarakatan. 


Neng Alfi di Guyangan


Dalam rangka Peringatan Isro' Mi'roj  dan menyongsong Bulan Suci Ramadhan Tahun 1439 H, pada tanggal 4 Mei 2018 dilangsungkan Pengajian Umum.

dengan penceramah Neng Alfi

SIMAK VIDEO NYA DISINI !!!!



Wednesday, May 9, 2018

Desa Guyangan, Desa Open Defecation Free atau Gerakan Desa Sehat danCerdas 2017

Guyangan as the ODF Village

(12 Aptil 2017). Tim Verifikasi Dinas Kesehatan Bojonegoro telah mengevaluasi dan memverifikasi Desa Guyangan sebagai Desa Open Defecation free (ODF) atau yang dikenal dengan Gerakan DesaSehat dan Cerdas (GDSC) . Terbukti sudah bahwa seluruh warga Desa Guyangan telah melakukan perilaku hidup bersih dan sehat dengan tidak memuang air besar sembarangan.

dari sisi kiri: Bapak Heru (Sekcam Trucuk), Bapak Darmin SE ( Kepala Desa Guyangan), Bapak Muhtarom ( Camat Trucuk), dan3 lainnya adalah tim verifikator dari Dinas Sosial Kab. Bojonegoro
Sertifikat Desa ODF Guyangan Trucuk 








Perlu diketahui, berikut adalah syarat suatu komunitas dikatakan telah ODF :

  1. Semua masyarakat telah BAB hanya di jamban dan membuang tinja/kotoran bayi hanya ke jamban.

  2. Tidak terlihat tinja manusia di lingkungan sekitar.

  3. Tidak ada bau tidak sedap akibat pembuangan tinja/kotoran manusia.

  4. Ada peningkatan kualitas jamban yang ada supaya semua menuju jamban sehat.

  5. Ada mekanisme monitoring peningkatan kualitas jamban.

  6. Ada penerapan sanksi, peraturan atau upaya lain oleh masyarakat untuk mencegah kejadian BAB di sembarang tempat.

  7. Ada mekanisme monitoring umum yang dibuat masyarakat untuk mencapai 100% KK mempunyai jamban sehat.

  8. Di sekolah yang terdapat di komunitas tersebut, telah tersedia sarana jamban dan tempat cuci tangan (dengan sabun) yang dapat digunakan murid-murid pada jam sekolah.

  9. Analisa kekuatan kelembagaan di Kabupaten menjadi sangat penting untuk menciptakan kelembagaan dan mekanisme pelaksanaan kegiatan yang efektif dan efisien sehingga tujuan masyarakat ODF dapat tercapai

Ada tujuh kriteria dalam mebuat jamban yang sehat:



  1. Tidak mencemari air

  2. Tidak mencemari tanah permukaan

  3. Bebas dari serangga

  4. Tidak menimbulkan bau dan nyaman digunakan

  5. Aman digunakan oleh pemakainya

  6. Mudah dibersihkan dan tak menimbulkan gangguan bagi pemakainya

  7. Tidak menimbulkan pandangan yang kurang sopan

Melalui program ODF diharapkan seluruh warga melaksanakan gerakan hidup sehat, dan bersih sehingga tercipta masa depan yang cerdas dan sehat pula.

Penyaluran Beras Rastra 3 Bulan

(Selasa, 17 April 2018). Warga Desa Guyangan Berbahagia, Beras Sejahtera dari Bulan Februari,Maret, dan April dibagikan pada hari Selasa, 17 April 2018 pukul 17.00 WIB. Para Perangkat desa dengan sigap merealisasikan bantuan tersebut hanya dalam beberapa jam setelah Beras datang pada pukul 11.00 WIB.

warga mendapatkan 3 karung beras sejahtera, masing-masing terdiri dari 10 kg sehingga warga mendapatkan total 30 kg beras.

Diharapkan dengan menggunakan metode pembagian  "by name by adress", pembagian beras benar-benar diperuntukkan untuk warga yang membutuhkan.

metode ini terbukti sukses sebab tidak ada lagi warga desa yang mengeluh tidak mendapatkan beras padahal tidak mampu.

Kegiatan ini terlaksana berkat adanya kerja sama antara Pemerintah Desa Guyangan, Dinas Sosial, Ketua RT dan RW setempat.
Beras Sejahtera

perangkat desa ( Kasi Kesra, Ayu Setiyani) membagikan beras sejahtera kepada warga
perangkat desa melakukan chek list daftar penerima beras sejahtera. dari sisi kiri (sekretaris desa,Yeni Purwaningsih; kaur TU&Umum, Indah Meilani)



Jelang Pilkada Serentak, Polda Jatim Gelar Apel Tiga Pilar

Jum'at, 20 April 2018,  diadakan Apel besar Tiga Pilar di Lapangan Apel Mapolda Jatim. Apel besar ini dipimpin oleh Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo atau yang akrab dikenal dengan Pak Dhe Karwo. Gubernur didampingi oleh Kapolda Jatim ,Pangdam V Brawijaya dan diikuti oleh  1000 babinkamtibmas,babinsa, dan keplada desa se Jawa Timur, termasuk  Kepala Desa Guyangan, Bapak Darmin,SE turut menghadiri Apel Tiga Pilar  ini.

Wednesday, April 25, 2018

ASAL USUL DESA GUYANGAN


Balai Desa Guyangan
Balai Desa Guyangan

Menurut cerita orang tua yang dituturkan dari mulut kemulut secara turun temurun sebelum desa ini punya nama, maka dimulailah dari tokoh cikal bakal yang mendirikan / babat alas desa ini adalah Mbah Surodilogo.

Beliau adalah seorang yang mempunyai kemampuan lebih bila dibandingkan dengan laki-laki lainnya dikala itu, dan oleh karena itu Mbah Surodilogo dijadikan orang kepercayaan para pejabat pemerintahan jaman dahalu di Kadipaten Bojanegara (Sekarang Bojonegoro)dan sekaligus merupakan orang kepercayaan untuk menentukan peperangan agar tercapainya kemenangan.

Dan sebagai orang kepercayaan pembesar Kadipaten Bojanegara (Bojonegoro) Mbah Surodilogo juga dipercaya untuk menyimpan semua benda-benda pusaka Kadipaten Bojanegara (Bojonegoro) diantaranya Keris, Tombak, Payung Tunggulyudo dan yang paling menonjol adalah Kuda kesayangan Sang Adipati Yaitu seekor kuda yang semua bulu-bulunya berwarna hitam legam yang oleh Sang Adipati diberi nama Kuda Gagak Ireng.

kuda ini bukan sembarang kuda akan tetapi merupakan seekor kuda yang punya kelebihan dibandingkan kuda-kuda kebanyakan antara lain Kuda Gagak Ireng sangat mengerti apa yang dipikirkan oleh sang Adipati.

Untuk perawatan dan keselamatan Kuda Gagak Ireng, Sang Adipati menyerahkan kepada Mbah Surodilogo, lalu Mbah Suro membawanya kekediamannya beliau yaitu sebuah dusun kecil yang letaknya sangat tersembunyi yang oleh penghuninya disebut Ketangi Lor menurut bahasa jawa Panggonan sisih lor.

Dukuh Ketangi Lor letaknya sangat trsembunyi dan sulit dijangkau dikala itu karena diapit dua aliran sungai yaitu Sungai Sore dan dijaman Belanda diubah namanya jadi Sungai Solo atau penduduk sekarang menyebutnya Bengawan Solo, karena diambil dari sumber mata airnya berasal dari Kota Solo, dan sungai yang satu Bernama Sungai Bening artinya Sungai yang airnya Jernih/bening merupakan batas wilayah Kadipaten Tuban (Kabupaten Tuban).

Setiap pagi, siang dan sore penduduk yang akan mandi Sungai Bening selalu melihat Mbah Suro Dilogo dideket Gagak Ireng memegangi kepalanya atau Keningnya dan kelihatan ada sesuatu yang berat sedang dipikirkan dan salah seorang penduduk yang mau mandi memberanikan diri bertanya
kepada Mbah Suro,

" Kenapa selalu memegangi kepala atau kening?".

lalu Mbah Suro menjawab,

" begini Ngger si Mbah pening/ngelu karena kasihan dengan Kuda Gagak Ireng, Pesan dari Sang Adipati saya harus menjaga Gagak Ireng dengan segenap jiwa raga mbah, akan tetapi kuda ini harus  dirawat, dimandikan akan tetapi si Mbah takut kalau ada orang jahat yang meracuni sungai ini dari atas sana sedangkan kebiasaan binatang setiap  dimandikan pasti minum".

seorang penduduk lalu menjawab,

" oalah Mbah siMbah pun sepuh mboten usah katah pikir, sak niki ben pas pripun tinimbang simbang tangsah memegangi Kening pripun yen kali niki diarani Kali Kening/Sungai Kening, ben pas kaleh kebiasaane Mbah Suro,"

Mbah Suro menjawab,

" o yo apik  mulo besuk yen onok rejane jaman kali iki tak arani Kali Kening. (sampai sekarang masyarakat Guyangan dan sekitar perbatasan dengan Kabupaten Tuban selatan dengan sebutan Sungai Kening.

Karena Mbah Surodilogo masih ragu-ragu untuk memandikan kuda Gagak Ireng di Sungai Kening, maka Mbah Suro teringat dengan temannya sesama yang dulu Mbabat tanah ini yaitu sepasang suami istri, (maaf) sepasang suami istri ini punya bentuk dan ukuran badan (awak)yang aneh bila  dibandingkan dengan orang lain

"beliau suami istri yang berbadan Kecil dan Pendek kira-kira seumuran bayi usia 3 tahun sampai 5 tahunan "dinamakan Mbah Buyut Kenter artinya kerut/hanyut. saat ini makamnya di pekuburan Desa Guyangan.

Karena Mbah Buyut Kenter ini punya beberapa kelebihan maka Mbah Suro sangat menghormatinya, maka sore-sore Mbah Suro ke rumah Mbah Buyut Kenter, melihat mbah suro datang Mbah Buyut Kenter mempersilahkan masuk dan duduk.  Lalu Mbah Buyut Kenter berbicara, "Kadingaren si adi Suro dulurku sing wia dadi wong kepercayaane Sang Adipati isih eling karo wong tuwo sing elek
iki,"

lalu Mbah Suro Menjawab,

" Duh Kakang Lan Mbak Yu Buyut aku wong sing kurang dungo nyuwung pangapuro sing akeh kabehe doso-dosoku Kakang lan Mbak Yu Buyut, "Adi Suro ora doso la wong ngaluhur kok akeh doso, wis-wis adi Suro Kakangmu mong gegojekan, wis to Kakang ndang ditakoni Adi Suro ono perlu opo kok njanur gunung teko nang gubuk e dewe iki,"jawab Mbah Buyut Kenter,

lalu Mbak Yu Buyut menyahut" o yo Adi tekomu mrene iki onok wigati opo,". Mbah Suro Menjawab,"Iyo Kakang pancen aku teko mrene ono perlu banget karo Kakang lan Mbak Yu Buyut,  kakang sak iki aku oleh jejibahan abot saking Sang Adipati Bojanegara (Bojonegoro) yoiku ngramut Kuda Kesayangane Sang Adipati amongko Kakang aku pingin sak ben dino ngedusi Gagak Ireng nang Kali Kening tapi aku yo wedi mengko soko duwur kono kali Kening iku di wenehi racun karo musuh sing ngalap patine Gagak Ireng.

" o alah Adikku Suro sak suwene si Adi seduluran karo kakang sepurane aku durung nate menehi ngerti karo si Adi Suro rahasiane Kali Kening, ngene yo adi Suro Kali Kening iku duwe ke istimewaan Yoiku sok sopo wae rupo kewan lan menungso kanti niat apik krono Gusti sing Moho
Agung adus Kali Kening, bakal pinaringan kalis soko bilai, racun bakal tawar, nang awak bakal tambah sehat kuat sentoso.

Mulo adikku Surodilogo, kowe ora usah wedi lan sumelang wins nang di Guyang (adusi) nang Kali Kening Kudo Gagak Ireng lan aku ugo bakal urun kanggo pengeling-eling lan ugo dadi pengarep-arepku hasile sak suwene aku, mbakyumu ugo si adi Suro babat alas iki mugo-mugo dusun Ketangi Lor iki soyo suwe soyo akeh wong sing podo teko lan netep karo olah tetanen ugo podo ngramut binatang ternak, wedus, sapi, kebo lan Kudo mesti dadi rame,

"Mulo adikku Surodilogo yen wes titiwancine aku lan mbak yumu sak durunge ditimbali sowan marang Gusti kang Moho Agung eling-elingo besok deso iki bakal dadi rame sak akehe wong yen mari garap Tegal Sawahe lan barengan karo Binatang Ternake mesti podo Adus/Guyang."
"Mulo sekseni adi Suro dusun iki bakal tak wenehi jeneng GUYANGAN artine Panggonan sing Digawe adus Rame-rame."jawab Mbah Buyut Kenter."
sekilas cerita asal usul Desa Guyangan, Trucuk, Bojonegoro, Jawa Timur.
Sumber Informasi : Sesepuh Desa Setempat 

 Mohon dicatat bahwa tulisan ini merupakan kisah dari mulut ke mulut ("Legenda"/ bisa juga masuk sebagai "Sage" yang tidak 100 % akurat) sehingga tidak bisa dijadikan acuan karya tulis ilmiah ataupun pemetaan sejarah.

Monday, February 19, 2018

APBDES 2018

ANGGARAN PERENCANAAN BELANJA DESA GUYANGAN TAHUN 2018

Lampiran  : Peraturan Desa Guyangan

Nomor       : 6 Tahun 2017

Tanggal      : 31 Desember 2017

ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA  (APBDES )


PEMERINTAH DESA GUYANGAN


TAHUN ANGGARAN 2018